Ahli Saraf Australia Jelaskan Bagaimana Nama Mempengaruhi Hidup Seseorang

"Kalau nama Anda dimulai dengan huruf A, kemungkinannya lebih besar untuk Anda berteman dengan mereka yang namanya juga dimulai dengan huruf A," katanya.
"Kalau saya mendengar orang dengan nama Rick atau Richard, yang mirip dengan nama saya, saya otomatis langsung merasa ada persamaan di antara kami."
Menurutnya, kesamaan ini menjadi titik awal pertemanan.
Tren nama unik tidak hanya di Indonesia
Di Indonesia, nama unik bukan lagi hal yang baru.
Beberapa bulan yang lalu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri meminta agar orangtua tidak menamai anak mereka "Pocong" atau "Kentut" demi masa depan anak-anak mereka.
Sempat viral juga cerita pria bernama Andy Go To School (Andy Pergi ke Sekolah), beserta kedua saudaranya, Happy New Year (Selamat Tahun Baru) dan Rudi A Good Boy (Rudi Anak yang Baik).
Dr Howard Manns, dosen linguistik di Monash University Australia mengatakan tren memberikan nama unik tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di Australia.
"Peneliti menemukan orang dari beberapa bagian komunitas Australia memberikan nama dengan ejaan unik pada anaknya dengan harapan sebagai sebuah permulaan baru yang tidak mereka miliki sebelumnya," kata dia.
Sebuah penelitian di tahun 2013, misalnya, menemukan orang yang bernama belakang "Brady" memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena bradikardia, atau penyakit denyut jantung lambat
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana