Ahli Ungkap Pentingnya Protein Hewani untuk Mencegah Stunting

Data membuktikan bahwa balita weight faltering yang tidak segera diintervensi menyebabkan penurunan status gizi akut (BB kurang/sangat kurang) dan kronis (stunting).
“Bukti menunjukkan balita stunting diawali dengan weight faltering di usia < 1 tahun dan kondisi kekurangan gizi menahun (kronis),” kata dr. Nuril.
Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes, dr. H. M. Subuh, MPPM menyampaikan bahwa masalah stunting ini memiliki penyebab dan situasi yang berbeda antar daerah.
Namun, secara garis besar diperlukan asupan protein hewani kepada seluruh bayi-bayi sehingga asupan ini perlu dipastikan ketersediaannya.
"Baik dengan memastikan orang tua memiliki kondisi yang baik untuk memberikan ASI kepada seluruh bayi serta MPASI dengan kandungan protein hewani di dalamnya," kata dr. Subuh.
Jenis dan jumlah asupan merupakan informasi dan sekaligus keterampilan yang perlu diketahui. Evaluasi perlu dilakukan atas situasi response saat ini dalam penanggulangan stunting serta diperlukan akselerasi upaya agar kita bersama-sama betul-betul dapat menurunkan insidensi stunting ini di tengah-tengah masyarakat melalui pemberian asupan protein yang lebih baik.(mcr10/jpnn)
Dr. Nur Aisiyah Widjaja, Sp.A (K), mengingatkan pentingnya asupan gizi anak di masa MPASI, terutama protein hewani.
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul
- Tips Agar Gula Darah Aman Selama Lebaran 2025
- Yayasan Sole Family Bali dan Perjuangan Melawan Ketidakberdayaan
- Tren Perkawinan Anak Menurun, Waka MPR Ingatkan Hal Ini Penting Harus Dilakukan
- Si Melon PIK2 Bantu Warga Teluknaga Melawan Stunting
- Harapan Iis Dahlia untuk Calon Pasangan Anak-anaknya
- Iis Dahlia Ungkap Alasan Takut Meninggal Dunia