Ahmad Basarah: GP Al Wasliyah Harus Paham Sejarah
Senin, 23 Juli 2018 – 15:39 WIB

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menerima perwakilan Gerakan Pemuda Al Washiliyah (GPA) di Senayan, Jakarta, Senin (23/7). Foto: Humas MPR
Di akhir pertemuan Basarah kembali menekankan, bahwa tidak ada lagi dikotomi antara Islam dan Nasionalisme. Bahwa label yang dilekatkan kepada Bung Karno sebagai tokoh kebangsaan dan bukan seorang muslim yang taat adalah tidak benar.
Sebab dalam faktanya, Bung Karno belajar Islam dengan dalam dan sungguh-sungguh selama 26 tahun. Bung Karno adalah seorang santri. Pun demikian, pandangan yang menyebut bahwa kelompok religius tidak nasionalis juga sangat tidak tepat.
"Sebab dalam faktanya, golongan religius menerima Pancasila sebagai dasar negara. Ini kan artinya kelompok religius juga sangat nasionalis. Karena itulah Gerakan Pemuda Al Washiliyah harus paham sejarah," demikian Basarah. (adv/jpnn)
Wakil Ketua MPR Ahmad Basawarh mengingatkan Gerakan Pemuda Al Wasliyah harus mencetak dai berwawasan kebangsaan.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak