Ahmad Yahya: Sejak 2013, Masyarakat Menstempel Demokrat Sebagai Partai Keluarga

jpnn.com, JAKARTA - Politikus senior Demokrat Ahmad Yahya heran dengan praktik politik yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk Partai Demokrat. Sebab, SBY menjadikan Demokrat seperti partai keluarganya.
Menurut dia, kondisi tersebut mulai terjadi saat kongres 2013 lalu. Kala itu, SBY dan putranya Edy Baskoro Yudhoyono menjadi Ketua Umum dan Sekjen Demokrat secara bersamaan.
"Mulai saat itulah masyarakat memberi stempel partai Demokrat adalah partai keluarga,” ujar Ahmad Yahya kepada awak media, Selasa (23/2).
Menurutnya, pembentukan partai keluarga bertentangan dengan semangat awal pendirian Demokrat. Yakni menjadi partai terbuka dan memberi semua anak bangsa terjun ke politik.
Ahmad pun bercerita, setelah kongres pertama Demokrat di Bali 2005, banyak kepala daerah yang bergabung dengan partai berwarna kebesaran biru itu.
Mulai dari gubernur, bupati dan Wali kota, semua optimistis memimpin dan mengambil posisi menjadi Ketua DPD dan DPC.
Menurut dia, tidak terdapat satu pihak pun yang mengusik dan mempertanyakan motif kepala daerah bergabung ke partai Demokrat pada saat itu.
"Oleh karena sejatinya Partai Demokrat memang berkomitmen menjadi Partai modern dan terbuka. Akibat itulah, mulai dari kepemimpinan nasional Pak SBY dan bergabungnya putra-putri terbaik di masing-masing daerah, maka partai Demokrat menjadi besar dan menang di Pemilu 2009," kata Pimpinan Ponpes Nur Azizah Tangerang itu.
Politikus senior Demokrat Ahmad Yahya heran dengan praktik politik yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat
- Hijrah ke Partai Demokrat, Afriansyah Noor Didapuk Jadi Wasekjen
- Ditunjuk Jadi Kepala Badan DPP Demokrat, HBL Masuk Ring 1 AHY Bersama Menteri PU
- Ibas Kawal Langsung Program Pro-Rakyat Prabowo, dari Irigasi hingga Sembako Terjangkau