Ahok-Djarot Unggul, Peluang Anies-Sandi & Agus-Sylvi...

jpnn.com - jpnn.com - Hasil survei Charta Politika Indonesia memang memperlihatkan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat unggul dibanding dua pasangan lain.
Namun peluang bagi Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, tetap terbuka memenangi Pilkada DKI 2017.
Pasalnya, dari survei yang dilakukan pada 3-8 Februari lalu, masih terdapat 7,8 persen responden yang belum menjawab siapa pasangan calon yang mereka unggulkan.
"Selain itu, ada 20 persen responden yang juga menjawab masih mungkin mengubah pilihan pada pemungutan suara 15 Februari mendatang," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (11/2).
Menurut Yunarto, baru 74,5 persen responden yang menyatakan sudah mantap dengan pilihan mereka. Sementara 5,5 persen lainnya tidak menjawab saat ditanya apakah masih memungkinkan mengubah pilihan.
"Ada beberapa alasan responden masih terbuka kemungkinan mengubah pilihan. Di antaranya, jika melihat visi misi dan program kerja yang ditawarkan salah satu paslon, lebih menarik dari paslon lain (27,7 persen)," ucap Yunarto.
Hasil survei, kata Yunarto, juga memperlihatkan ada sekitar 17,8 persen responden yang menyatakan pilihannya akan benar-benar mantap saat berada di kotak suara nanti.
Survei Charta Politika dilakukan 3-8 Februari lalu, melalui tatap muka dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Jumlah sampel 764 responden.
Hasil survei Charta Politika Indonesia memang memperlihatkan elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat unggul dibanding dua pasangan
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Evaluasi Semester I Pemerintahan Prabowo – Gibran, Panca Pratama: Publik Merasa Puas
- Hasil Survei Rumah Politik Indonesia: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Jadi Ketua Wantimpres RI
- Civil Society For Police Watch Merilis Hasil Survei Tentang Urgensi Digitalisasi Kepolisian, Hasilnya?
- PSI: Ahok Seharusnya Jadi Whistle Blower Saat Masih Menjabat Komut
- Bukan Ahok, Pramono Janjikan Operasi Yustisi Akan Lebih Ramah