AHY Beruntung Kali Ini, Mayor Bisa Mengalahkan Jenderal

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Zainul Abidin Sukrin menilai keputusan pemerintah menolak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat (PD) hasil KLB Deli Serdang, sangat positif.
Paling tidak, lanjutnya, keputusan Kemenkum HAM tersebut, menepis tudingan miring terhadap pemerintah selama ini.
"Keputusan Menteri Yasonna Loly melepaskan tuduhan tendensius yang dialamatkan pada pemerintah yang terlibat dalam pendongkelan Partai Demokrat," ujar Zainul dalam keterangannya, Kamis (1/4).
Direktur Eksekutif Politika Institute ini juga menilai, keputusan Kemenkum HAM juga menjadi bukti pemerintah konsisten melihat dinamika Partai Demokrat sebagai konflik internal partai.
"Dinamika KLB PD murni sebagai konflik dan atau faksionalisasi elite dalam partai politik. Hal itu terjadi karena ada benturan kepentingan antarelite dalam partai tersebut," ucapnya.
Menurut alumni magister ilmu politik dari Universitas Indonesia tersebut, pemerintah dalam hal ini membebaskan diri dari tarikan politik atau kepentingan elektabilitas dan liketabilitas di Pilpres 2024.
Dia mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) paling diuntungkan dalam konflik Partai Demokrat yang sedang berlangsung ini. Baik disahkan atau ditolaknya kepengurusan PD hasil KLB.
"Dengan sikap pemerintah menolak hasil KLB, AHY saat ini cenderung naik elektabilitas, dan populer di kalangan masyarakat. Karena kesan yang muncul mayor mengalahkan jenderal," ujarnya.
Sikap pemerintah menolak PD versi KLB menguntungkan AHY dan pemerintah terbebas dari tuduhan tendensius.
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Agust Jovan Latuconsina Layak Jadi Wasekjen Demokrat: Energik dan Bertalenta
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Jadi Kepala Komunikasi Partai Demokrat, Herzaky: Ini Amanah Luar Biasa
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat