Aipda Kenari
Oleh: Dahlan Iskan
.jpeg)
Menurut penelusuran Riyan, Aipda Ariyanto sebenarnya mendapat rumah dinas di Paguat. Yakni di belakang rumah dinas Kapolsek –di sebelah pagar Mapolsek.
Namun, sejak tahun lalu Ariyanto sudah tidak pernah terlihat di rumah dinas itu.
Ia juga jarang terlihat di tempat tugasnya. Sibuk dengan bisnis investasinya. Tanpa status cuti atau mengundurkan diri.
Mungkin mereka memang kurang pekerjaan. Paguat termasuk kecamatan yang aman. Jarang ada kasus kriminalitas di sana. Paling pencurian kayu hutan.
Kalau toh sering ada pencurian kelapa, yang mencuri adalah kepiting. Tidak bisa ditangkap polisi.
Di sana ada jenis kepiting yang sangat berbeda: yakni kepiting yang makanan utamanya kelapa. Nama kepiting itu Anda sudah tahu: Kepiting Kenari. Yang di Surabaya/Jakarta harga satu ekornya di atas Rp 1 juta.
Satu restoran di Surabaya menjual satu porsi kepiting kenari dengan harga Rp 2,5 juta.
Kepitingnya besar. Kalau malam biasa memanjat pohon kelapa. Langsung menuju tandan buah kelapa. Sabut kelapa itu dikupas dengan supitnya.
Anda sudah tahu: bos FX Family itu seorang polisi berpangkat lumayan: Aipda. Setingkat pembantu letnan dua di TNI.
- Pencuri Motor di Masjid Taeng Gowa Diringkus Polisi
- Mata Jitu
- Curi Puluhan Batang Bibit Sawit, Pria di OI Dibekuk Polisi
- Kecelakaan di Koja, 2 Pengendara Motor Tewas
- Arus Balik Lebaran, Lebih dari 4 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cipali Pada Sabtu Ini
- Polisi Cari Warga Hilang di Kawasan Sungai Muar Mukomuko