Air Terjun Jadi Favorit, Dikelola secara Komersial
Senin, 04 Maret 2013 – 08:24 WIB

Melek Brucu, salah seorang staf The Imhoff-Schokoladenmuseum. Foto: SEKARING RATRI ADANINGGAR/JAWA POS
Tidak jauh dari ruang sebelumnya, pengunjung diajak masuk ke ruang sinema mini untuk menyaksikan proses pembuatan cokelat. Di ruang itu pengunjung bisa menonton berbagai iklan produk cokelat mulai 1926 hingga saat ini.
Sebenarnya, Imhoff Chocolate Museum menyediakan paket tur keliling bagi pengunjung. Namun, karena keterbatasan waktu, saya tidak sempat mengikuti program itu.
Melek dengan senang hati menjelaskan bahwa dalam paket tur keliling tersebut, pengunjung bisa melihat secara langsung pembuatan cokelat sekaligus mencicipi berbagai jenis cokelat yang baru dibuat. Bahkan, kita tidak hanya mencicipi cokelat yang biasa diproduksi, tapi juga cokelat baru yang belum dirilis di pasaran.
"Setelah mencicipi, Anda akan dimintai pendapat mengenai rasa cokelat tersebut, like professionals," ujar Melek sembari tersenyum.
DI Kota Koln (Cologne), Jerman, terdapat museum cokelat yang tersohor. Museum bernama the Imhoff-Stollwerck Museum itu juga mengajari pengunjung
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara