Air Terjun Tukad Cepung, "Surga" di Balik Bebatuan

“Setelah ramai, kami tata jalnnya dengan warga Penida Kelod. Setiap minggunya juga kami kerja bakti dengan memberisihkan kawasan air terjun ini. Kami juga menaruh kayu dari potongan pohon kelapa yang kami taruh di tengah air terjun. Agar kalau foto jadi gampang,” paparnya.
Ditanya apakah kelak pengunjung dikenakan tarif, pria yang akrab disapa Wali ini belum punya rencana. Jadi masih akan melihat perkembangan, jika terus mengalami kemajuan maka akan di kenakan tarif masuk. “Namun kami belum berfikir ke arah sana. Sementara biarkan terlebih dahulu seperti ini karena ini juga bentukan alam,” tandasnya.
Salah seorang pengunjung yakni Wisnu asal Denpasar, mengaku baru kali ini mendatangi wisata air terjun tukad cepung. Dirinya bersama salah seorang temannya tersebut mengetahui dari media sosial. “Saya tahu dari postingan teman-teman, karena saya memang penyuka wisata alam maka saya tertarik untuk kesiani,” tuturnya.(rid/fri/jpnn)
PESONA air terjun memang memiliki magnet tersendiri. Di Pulau Bali yang kecil ini bahkan masih menyimpan beberapa air terjun baru yang tak
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara