Airlangga Bertemu Robert Habeck Bahas Sejumlah Isu Penting

Jerman sebagai ekonomi terbesar di Eropa siap membantu percepatan penyelesaian perundingan IEU-CEPA.
Dalam hal hilirisasi industri, khususnya pertambangan, Indonesia terbuka bagi investasi asing guna meningkatkan nilai tambah dan rantai nilai global berpedoman pada aspek berkelanjutan.
Menko Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia telah menerapkan digitalisasi tata niaga atau keseimbangan komoditas pokok untuk menjaga inflasi kebutuhan pokok dasar masyarakat dan bukan
bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan importasi bahan pokok.
Sebagai tindak lanjut, kedua menteri sepakat membentuk kelompok kerja di bawah platform JEIC, salah satunya bidang energi dengan melibatkan kementerian/lembaga serta menugaskan pejabat senior kedua negara untuk membahas dan segera mengimplementasi kesepakatan tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga mengusulkan peningkatan kerja sama pengembangan kapasitas produksi industri semikonduktor di mana perusahaan Jerman telah beroperasi sejak 1995 di Indonesia mengingat produk semikonduktor saat ini sangat penting.
Menko Airlangga juga menambahkan penguatan kerja sama pembangunan produksi panel surya di Indonesia
dengan Jerman.
Menko Airlangga didampingi sejumlah pejabat dalam negeri pada pertemuan kali ini.
Antara lain Menteri Perindustrian, Sesmenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi, Eropa, Afrika dan Timur Tengah, Direktur Eropa II Kemenlu, serta Duta Besar RI untuk Jerman.
Menko Airlangga bertemu Menteri Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim Jerman Robert Habeck bahas sejumlah isu penting.
- Prabowo Minta Struktur Komisaris BUMN Dirampingkan, Diisi Profesional
- Presiden Prabowo Panggil Menko Airlangga ke Istana, Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional
- Airlangga Bantah Akan Mundur dari Jabatan Menteri
- Pelaku Usaha Ritel Optimistis Perekonomian Nasional Capai Target Pertumbuhan 8 Persen
- Menko Airlangga Imbau Pengusaha Mencairkan THR Lebih Cepat
- Luhut dan Airlangga Bentuk Tim Khusus untuk Sikat Penghambat Investasi