Akademisi Perempuan Australia Dibebaskan, Ditukar Dengan Tahanan Iran

Dia juga meminta adanya privasi bagi dia dan keluarganya dalam masa-masa "penyesuaian kembali yang penuh tantangan."
Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan dia sudah berbicara dengan Dr Moore-Gilbert, hari ini (26/11) dan senang bisa mendengar suaranya.
"Dia bersama dengan para pejabat Australia yang akan memberikan bantuan yang diperlukan, akan ada waktu bagi Kylie untuk menyesuaikan diri, setelah dia mengalami banyak hal yang buruk," kata PM Morrison.
"Ketidakadilan atas penahanan dan hukuman yang dijatuhkan, Australia selalu membantah semua itu, dan saya senang dan lega Kylie bisa kembali lagi."

Dalam wawancara dengan ABC, PM Morrison menolak memberikan komentar mengenai pertukaran tahanan bagi pembebasan Dr Moore-Gilbert, namun mengukuhkan bahwa tidak ada tahanan asal Iran yang dibebaskan di Australia.
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne mengatakan dia "sangat senang dan lega" untuk mengumumkan bahwa Dr Moore-Gilbert telah dibebaskan dan akan segera bersama keluarganya lagi.
Rektor Melbourne University Duncan Maskell mengatakan "Selama ini sudah menjadi masa yang sulit dan kami nmengucapkan terima kasih kepada pemerintah Federal dan Departemen Luar Negeri yang terus berusaha membebaskanya.
Setelah mendekam 800 hari di penjara, akademisi perempuan Australia, Dr Kylie Moore-Gilbert, dibebaskan oleh pemerintah Iran
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi