Akhir Tahun, Permintaan Elpiji Naik 4 Persen

jpnn.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) untuk mengantisipasi kenaikan permintaan selama Natal dan tahun baru.
Bahkan, hingga akhir Desember, akan ada tambahan impor elpiji 44 ribu metrik ton.
Senior Vice President Non Fuel Marketing PT Pertamina Basuki Trikora Putra menyatakan, permintaan elpiji mengalami peningkatan empat persen dari hari biasa 23.023 metrik ton (MT) menjadi 23.916 MT.
”Ketahanan pasokan elpiji yang disiapkan cukup untuk 14,5 hari. Hingga akhir tahun pun ada kargo masuk 44 ribu metrik ton pada 16 Desember,” ujarnya, Jumat (15/12).
Lonjakan permintaan terutama terjadi di daerah-daerah yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal seperti wilayah Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.
Ketahanan pasokan BBM juga telah ditingkatkan menjadi 27,4 hari. Pada hari biasa, rata-rata ketahanan pasokan hanya menyentuh 22 hari.
Perincian ketahanan stok BMM tersebut adalah premium cukup untuk 27,4 hari, pertamax 19,6 hari, pertalite 20,3 hari, avtur 21 hari, dan kerosene untuk 21,5 hari.
”Jadi, posisi ketahanan sangat kuat. Saat ini kami berusaha terus mendorong terminal paling akhir yang bisa melayani masyarakat,” kata SVP Fuel Marketing & Distribution PT Pertamina (Persero) Gigih Wahyu Hari Irianto.
PT Pertamina (Persero) menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) untuk mengantisipasi kenaikan permintaan
- Pertamina UMK Academy Berhasil Bawa Ribuan Produk UMKM Go Global
- Para Peserta UMK Ungkap Segudang Manfaat Ikut Program Pertamina, Produknya Bisa Go Global
- Selamat Lebaran 2025, Pertamina Tetap Beroperasional 24 Jam
- Kado Lebaran dari Pertamina: Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai Hari Ini 29 Maret 2025
- Kado Idulfitri Pertamina Turunkan Harga BBM Jenis Ini
- Pertamina Siapkan Ratusan SPBU Siaga 24 Jam, Motoris Sigap Layani Pemudik