Akibat Diskriminasi Harga, Perempuan Australia Bayar Lebih Mahal Dari Pria

"Tampaknya itu tidak adil, itu benar-benar tidak adil," ucapnya.
Kesenjangan upah gender di Australia, baru-baru ini, mencapai rekor tertinggi yakni 18,8%, dengan pekerja perempuan penuh waktu berpenghasilan rata-rata lebih sedikit 300 dolar (atau setara Rp 3 juta) per minggu dibanding pria.
Kampanye kelompok ini mengunggah sejumlah contoh kesenjangan harga berbasis jender di halaman Tumblr mereka, dengan Lego, kalkulator dan bahkan telur cokelat membuat para gadis mengeluarkan uang lebih banyak.
Dalam satu toko di Australia, dua pak pena merek ‘Bic’ "untuk perempuan" seharga 4,50 dolar (atau setara Rp 45 ribu), sedangkan untuk pria hanya 4,00 dolar (atau setara Rp 40 ribu).
Kelompok ini juga mendorong para pembeli di Australia untuk berbicara dan berbagi foto-foto pajak merah muda di rak toko.
Bagi konsumen yang ingin mengejar hal-hal lebih jauh dari media sosial, disarankan melaporkan harga diskriminatif itu kepada anggota Parlemen setempat dan mengajukan keluhan pada lembaga perlindungan konsumen ACCC.
Pakar konsumen memperingatkan para perempuan Australia yang mengincar diskon pasca-Natal agar berbelanja seperti pria, atau berbelanjalah di tempat
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi