Aksi Keji Tentara Jepang di Pulau Bangka Saat Perang Dunia II Akhirnya Terungkap

"Mengetahui para perawat diperkosa sudah cukup buruk," katanya.
"Kemungkinan Vivian Bullwinkel hamil dan tertular sifilis sangat menghancurkan."
"Kita mungkin tidak akan pernah memiliki jawaban yang pasti karena ia diminta untuk merahasiakan penderitaannya di masa perang."
"Tapi jelas dia sangat menderita sebagai tawanan perang, dan kita tahu selama bertahun-tahun setelah itu kesehatannya memburuk.
Kebenaran akhirnya terungkap
Vivian Bullwinkel kembali ke Australia setelah perang dan melanjutkan kariernya sebagai perawat.
Dia mendapatkan bintang penghargaan Order of Australia dan MBE atas keberaniannya.
Di tahun 1946, ia memberikan kesaksian mengenai pembantaian tersebut dalam sidang kejahatan perang di Tokyo, tapi tidak menyebutkan penyiksaan dan pemerkosaan yang dialami para perawa.
Ia pernah bertugas sebagai dewan di Australian War Memorial dan presiden Australian College of Nursing.
Vivian Bullwinkel adalah satu-satunya yang selamat dari pembantaian tentara Jepang di Pulau Bangka
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi
- Dunia Hari Ini: Kebakaran Hutan di Korea Selatan, 24 Nyawa Melayang