Aktivis Aborigin Diadili di Canberra Karena Duduki Rumah Milik Pemerintah

Akibatnya, Boss yang memimpin persidangan ini memutuskan untuk menunda sidang dan meninggalkan ruangan.
"Siapa yang pertama meninggalkan gelanggang, dialah orang yang kalah. Saya menolak segala tuduhan," kata Geia sembari berteriak, sampai akhirnya ia dibawa pergi oleh petugas.
Sejam kemudian Geia kembali dihadirkan di ruang sidang, namun lagi-lagi menolak bekerja sama.
Boss pun memutuskan untuk meneruskan persidangan di lain waktu dengan cara menghadirkan terdakwa di ruang terpisah yang dilengkapi CCTV. Dengan demikian hakim bisa menghentikan CCTV jika Geia terus bicara di ruangan terpisah tersebut.
Hakim Boss pun bertindak atas nama Terdakwa dan menyatakan mengaku bersalah. Ia lalu mendesak pihak penuntut umum untuk membatalkan tuntutannya dengan pertimbangan, Geia telah mendekam di tahanan selama beberapa hari.
Menurut Boss hukuman atas kejahatan masuk tanpa izin (trespassing) biasanya hanya berupa denda.
Geia kemudian dinyatakan dikenakan tahanan luar hingga persidangan selanjutnya bulan depan.
Sebagai aktivis Aborigin, Geia menyatakan telah melepas status kewarganegaraan Australianya.
Jeremy David Joseph Geia, aktivis aborigin Australia, mulai diadili di Pengadilan Canberra, namun persidangan tidak bisa dilanjutkan karena ia menolak
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia