btn close ads

Aktivis Buruh Indonesia Minta ILO Siapkan Regulasi Ekonomi Digital

Aktivis Buruh Indonesia Minta ILO Siapkan Regulasi Ekonomi Digital
Ketua Umum Serikat Pekerja Informal Migran Pekerja Profesional Indonesia (IMPPI) William Yani Wea (tengah) bersama peserta Forum International Trade Union Confederation (ITUC) Asia Pasific Regional Pre-ILC Meeting di Manila, Filipina. Foto: dok sumber

4. Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi

- Menetapkan sistem pelaporan berkala untuk menilai implementasi kebijakan ketenagakerjaan di sektor digital.
- Mengembangkan indikator khusus untuk mengukur dampak digitalisasi terhadap pekerja di berbagai sektor.

5. Kesetaraan Gender dan Perlindungan bagi Pekerja Rentan

- Memastikan bahwa kebijakan ketenagakerjaan di sektor digital tidak diskriminatif dan memberikan perlindungan bagi perempuan, pekerja migran, dan kelompok rentan lainnya.

Pertemuan ITUC-Asia Pasific tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju Sidang ke-113 Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) 2025, yang akan membahas berbagai isu ketenagakerjaan global.

Dengan berbagai pembahasan yang dilakukan, pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang akan dibawa ke Sidang ke-113 Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) mendatang.

Keputusan yang diambil dalam sidang tersebut akan menjadi tonggak penting dalam menentukan masa depan ketenagakerjaan global. (dil/jpnn)

Organisasi Perburuhan Internasional atau International Labour Organization (ILO) diminta buat aturan ekonomi digital di masing-masing anggota negaranya.


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News