Aktivis HAM Kecam Perang Antinarkoba Ala Duterte

Duterte Senang Razia Narkoba Makan Banyak Korban Jiwa
Perang Antinarkoba Duterte Semakin Berdarah, Sehari 32 Tewas
Aktivis HAM yang lain, Chito Gascon, mengungkapkan bahwa jaminan yang Duterte berikan kepada tim antinarkoba yang terlibat baku tembak dengan para penjahat membuat polisi lepas kendali.
’’Polisi bebas melakukan apa pun dalam razia antinarkoba karena presiden merestui kebrutalan mereka,’’ tegas pria yang menjabat chairman Komisi HAM Filipina tersebut.
Mendengar kritik itu, Kepala Polisi Filipina (PNP) Ronald dela Rosa langsung membela Duterte. ’’Presiden tidak memerintah saya untuk membunuh dan membunuh lagi. Saya juga tidak menginstruksikan anak buah saya untuk membunuh tanpa henti. Presiden hanya menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bakal pernah berhenti,’’ paparnya.
Dia menambahkan bahwa polisi hanya menembak tersangka yang melawan.
Razia antinarkoba di dua lokasi yang menjadi target utama pemberantasan narkoba Filipina itu tidak hanya menewaskan sekitar 57 tersangka. Namun, polisi juga menahan sedikitnya 223 tersangka lainnya.
Total, ada 84 razia di Bulacan dan Manila. Sebagian besar razia bermula dari transaksi antara pengedar narkoba dan polisi yang menyamar menjadi konsumen. (AFP/Reuters/sunstar/hep/c14/any)
Aktivis HAM Filipina mulai mengendus ada yang tidak beres dalam operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan kepolisian setempat. Selain jumlah korban
Redaktur & Reporter : Adil
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos