Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah

Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah
Aktivis Muda Perempuan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Triasih Kartikowati (ketiga kiri) saat acara diskusi dan rilis hasil survei Lembaga Pemilih Indonesia atau LPI bertajuk 'Pandangan Publik terhadap Soliditas Pemerintahan Prabowo-Gibran' di Hotel Aryaduta, Semanggi, Jakarta, Kamis (27/2/2025). Foto: Dok. LPI

Triasih juga berharap keragaman produk survei dapat ditangkap oleh pemerintah untuk memaksimalkan pencapaian visi Asta Cita sebagaimana yang telah ditetapkan.

Dia juga mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk memanfaatkan soliditas pemerintahan Prabowo-Gibran untuk berkolaborasi membangun bangsa, termasuk mengelola sumber daya alam di dalam negeri.

“Itu sebabnya, soliditas pemikiran maupun aksi ini juga harus menjadi satu keterpaduan yang diterjemahkan oleh jajaran menteri di Kabinet Merah Putih," pungkas dia.

Latar survei ini dibuat untuk mengukur persepsi publik terhadap isu fundamental yaitu insoliditas yang sempat muncul mewarnai ruang publik.

Konstruksi survei ini mengukur tiga aspek fundamental yaitu, pertama, seberapa besar soliditas kepemimpinan politik pemerintahan saat ini.

Kedua, dukungan dan peran wakil presiden dalam mengoptimalkan kinerja kabinet dan pencapaian misi Astacita.

Terakhir, peran kabinet sebagai pelaksana dari seluruh agenda program pemerintahan.

Survei itu dilakukan sejak 20-25 Februari 2025 yang dilakukan di 29 provinsi. Metode survei LPI menggunakan tehnik wawancara melalui kuesioner dengan 1.700 responden.

Aktivis Muda Perempuan dari PMII Triasih Kartikowati menegaskan kritik kepada pemerintah itu perlu untuk merespons ragam kebijakan pemerintah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News