Aktor Russell Crowe Luncurkan Debut Film Besutannya di Sydney

Ia mengatakan, sementara ia cemas tentang pengalaman pertamanya menjadi sutradara, ia telah belajar tentang kepemimpinan pada saat syuting film ‘Master and Commander’.
"Kru film tak mengharuskan Anda untuk selalu benar 100%. Mereka hanya meminta Anda untuk tegas," ujarnya.
Russell mengatakan, ia memilih untuk melakukan syuting film ini di Australia, supaya bisa berkontribusi pada industri lokal.
"Ini adalah budaya yang saya tahu. Ini adalah budaya yang saya cintai. Di sinilah saya memilih untuk hidup,” sebutnya.
Ia menambahkan, "Mengapa tidak menggunakan keterampilan dan pengetahuan saya, yang telah dibangun selama bertahun-tahun, untuk menciptakan sebuah ruang bagi aktor generasi baru."
Kisah cinta dalam film ini terinspirasi oleh satu baris dalam sebuah surat, yang ditulis oleh Letnan Kolonel Cyril Hughes dari unit ‘Imperial War Graves’, segera setelah Perang Dunia I berakhir.
"Seorang laki-laki tua berhasil sampai ke sini dari Australia, mencari makam anaknya," tulis surat itu.
Lama berkibar sebagai aktor, Russell Crowe, akhirnya meluncurkan film pertamanya sebagai sutradara. Film ini berlatar pertempuran Gallipoli. Ia meyakini,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya