Akui Ketemu Abraham Samad, Tjahjo Bantah Bahas Pencapresan

jpnn.com -
JAKARTA - Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, membenarkan dirinya dan sejumlah pengurus partai berlambang banteng moncong putih lainnya pernah bertemu Abraham Samad.
Pertemuan dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dilakukan menjelang pemilihan Presiden, Juli 2014 lalu.
"Pengakuan saudara Hasto (Pelaksana Tugas Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto) dan Supri (pemilik apartemen) pertemuan pertama saya ikut. Saya akui saya ikut, tapi tidak empat mata, ada sepuluh mata," ujarnya, Senin (2/2).
Menurut pria yang kini menjabat menteri dalam negeri (Mendagri) ini, pertemuan tidak membahas terkait pencalonan wakil presiden guna mendampingi Joko Widodo.
Selain itu juga tidak membahas hal-hal terkait kasus dugaan korupsi. Pertemuan hanya membahas hal-hal ringan dan merupakan inisiatif teman Abraham Samad.
"Temannya AS ajak ketemu. Kalau ketemu kan enggak bisa empat mata. Dia seorang dokter, ya saya percaya. Sahabatnya ya dokter itu. Ada satu lagi stafnya, apa dia Suprianysah, saya enggak tahu. Saya hanya bertemu sekali," katanya.
Saat ditanya lebih jauh terkait maksud dari pertemuan, Tjahjo enggan memberi keterangan lebih banyak. Demikian juga terkait nama lima yang akhir-akhir ini ramai disebut.
JAKARTA - Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, membenarkan dirinya dan sejumlah pengurus partai berlambang banteng moncong
- Wamenaker Noel Pastikan Kemnaker Berada di Garis Terdepan Perjuangkan Hak Buruh Sritex
- Sachrudin-Maryono: Jadikan HUT Kota Tangerang sebagai Momen Perkuat Kebersamaan & Kolaborasi
- Prof Agus Surono: Jangan Biarkan Satu Institusi Menjadi 'Superbodi'
- Selamat, Guru Besar Untar Profesor Ariawan Gunadi Raih Penghargaan Internasional
- Baznas (Bazis) DKI Luncurkan 18 Program Ramadan, Target Kumpulkan ZIS Rp 120 Miliar
- Sritex Setop Operasional 1 Maret, Karyawan Teken Surat PHK