Al-Quran Kembali Dinistakan di Swedia, Dirusak dan Dirantai

jpnn.com, STOCKHOLM - Masjid di Stockholm, Swedia mengecam serangan terbaru di fasilitas mereka setelah salinan Al-Quran yang rusak dibiarkan dirantai dan digantung di depan pintu masuk masjid dan kondisi tersebut dirilis pihak Masjid Pusat Stockholm pada Jumat.
Pihak masjid mengaku kerap mengalami ancaman seperti itu.
Mengikat Al-Quran dan menggantungnya di jeruji taman di sebelah pintu masjid adalah penghinaan terhadap kaum Muslim, tulis pihak masjid di akun Facebook.
"Masjid kami dan jemaah kami mendapat banyak ancaman. Kaum rasis selalu melakukan upaya baru untuk mencoreng orang-orang yang tidak seperti diri mereka," katanya.
Sebuah pernyataan menyebutkan bahwa pihak masjid memutuskan untuk membagikan foto dan informasi "untuk menarik perhatian dari jemaah kami dan masyarakat sekaligus untuk mencegah kejahatan rasial menjadi hal yang lumrah," katanya.
Namun, serangan tersebut tidak asing sebab masjid tersebut pernah menjadi sasaran serangan Islamophobia di masa lalu, seperti ketika tulisan dan grafiti anti-Islam dicoret di pintu masjid.
Al-Quran beberapa kali jadi sasaran penistaan di Swedia. Rasmus Paludan berkewarganegaraan Swedia dan Denmark, yakni pemimpin kelompok sayap kanan partai anti-imigrasi Denmark kerap melakukan tur pembakaran Al-Quran di dua negara Skandinavia tersebut meski muncul protes yang memicu kerusuhan.
Imam sekaligus direktur Masjid Pusat Stockholm, Mahmoud Khalfi mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu bahwa dirinya "secara pribadi menyaksikan pembakaran Al-Quran di Stockholm" pada Desember lalu dan "Saya ingat betapa menyakitkannya kejadian tersebut."
"Al-Quran suci bagi agama Islam; (Al-Quran) adalah firman Tuhan. Oleh karenanya, pembakaran Al-Quran menjadi hal yang sangat menyakitkan bagi kami umat Muslim," ucapnya. (ant/dil/jpnn)
Al-Quran beberapa kali jadi sasaran penistaan di Swedia. Tur pembakaran Al-Quran kerap terjadi di negara Skandinavia tersebut
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Menpora Dito Apresiasi Kegiatan Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa ke 15 DMDI
- DMDI Indonesia Jadi Tuan Rumah Majelis Tilawah Al-Qur’an Antarbangsa
- Menag Sebut Kemajuan Teknologi Ungkap Kebenaran Ilmiah Al-Qur'an
- Menpar Widiyanti Sebut Peringatan Nuzulul Qur'an Momen Memperkuat Nilai-nilai Kebajikan
- HNW Sebut Indonesia Layak jadi Pioner Negara OKI Hadirkan Regulasi Anti-Islamophobia
- Seminar dan Workshop Mukjizat Al-Qur’an 2025: Menyingkap Bukti dan Menggali Teori