Alasan BI Pertahankan Suku Bunga Acuan
’’Jadi sudah tepat BI menahan bunga acuan,” ungkapnya.
Hal yang perlu diwaspadai saat ini adalah kenaikan harga minyak mentah yang sudah tembus di atas USD 75 per barel.
Harga minyak yang meningkat menyebabkan defisit migas dan menggerus cadangan devisa.
Tantangan lain berasal dari kinerja ekspor-impor yang masih menunjukkan perlambatan.
Foreign Direct Investment (FDI) atau investasi langsung sebagai penyumbang pasokan valas belum bisa diharapkan.
Pada semester II, seluruh dunia menunggu langkah The Fed apakah menurunkan bunga atau menunda. Ruang penurunan bunga acuan pada akhir tahun cukup terbuka lebar.
’’BI dipastikan akan meniru langkah The Fed,” timpalnya.
Ekonom Asia Development Bank Institute (ADBI) Eric Sugandi menyatakan, terkendalinya inflasi, rupiah yang menguat, menjadi alasan BI mempertahankan suku bunga.
Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) di posisi 6,00 persen.
- Usut Kasus korupsi CSR, KPK Periksa Pejabat Bank Indonesia
- Rupiah Melemah Karena Penggeledahan di BI? Misbakhun Angkat Suara
- Pemerintah Sebar Uang Layak Edar Rp 133,7 Triliun untuk Natal dan Tahun Baru
- Sambut Natal & Tahun Baru, BI Menyediakan Uang Layak Edar Rp 133,7 Triliun
- Waspada, Gubernur BI Sebut Ketidakpastian Pasar Keuangan Global Meningkat
- Malam-malam, KPK Menggeledah Kantor BI, Ada Kasus Korupsi Apa?