Ali Rachid Ammoun, Pelaku Penembakan di Bandara Canberra, akan Diperiksa Kejiwaannya

Dia menyadari ada yang tidak beres ketika orang-orang mulai berteriak "lari".
Menurut Dave Craft dari kepolisian setempat, tak lama setelah tiba di bandara, pelaku langsung melakukan aksinya.
"Setelah sekitar lima menit, pria ini tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan melepaskan sekitar lima peluru," jelasnya.
"Dari apa yang saya lihat dari TKP, pria itu melepaskan tembakan ke arah kaca di dalam terminal. Tidak ada tembakan yang diarahkan ke penumpang atau staf," tambahnya.
"Kami belum tahu apa motifnya. Pada tahap ini, menurut pemahaman kami, pria itu tiba di bandara dan tidak melalui proses pemeriksaan untuk penerbangan," katanya.
Kasus ini akan disidangkan kembali pada 5 September.
Penembakan di Sydney
Sementara itu dalam kejadian terpisah, dua perempuan berusia 48 dan 39 tahun tewas setelah mobil yang mereka kendarai diberondong tembakan pada Sabtu malam pekan lalu.
Polisi menyatakan masih terus memantau situasi untuk menghindari terjadinya aksi balas dendam atas peristiwa yang terjadi di wilayah tenggara Sydney.
Akhir pekan kemarin terjadi dua penembakan di Australia dan keduanya tidak memiliki keterkaitan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi