Alihkan Ketergantungan Pupuk Bersubsidi

Apa yang perlu dibenahi agar jumlah subsidi yang demikian besar maksimal sampai ke tangan masyarakat tidak mampu?
Saya perlu menegaskan, satu hal yang kurang menarik dari pembagian subsidi pemerintah adalah tingginya biaya administrasi. Misalnya, untuk raskin harus punya kartu khusus, Askeskin punya kartu sendiri. Untuk kartu saja, sudah berapa biayanya. Andai diintegrasikan, cukup dengan KTP saja yang menunjukkkan dia keluarga miskin untuk mendapatkan bantuan-bantuan itu.
Masalah lain bahwa kita memiliki data statistik yang sangat lemah. Padahal, andai semua aparat desa dilatih membuat data statistik faktual yang bisa diperbaharui setiap bulan, akan sangat mudah mengontrol pembagian.
Terakhir, Andai tidak menjadi anggota DPR, apa yang paling ingin Anda lakukan?
Andai tidak sibuk di DPR, saya ingin menyibukkan diri dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Saya merencakan akan membentuk lembaga mitra pemerintah seperti NGO untuk penaggulangan kemiskinan dan pengangguran. Saya melihat sebenarnya banyak sekali yang bisa kita lakukan secara terukur melakukan penanggulangan kemiskinan. (ucu@jpnn.org)
MEMBANGUN petani dan petambak yang kuat tidak cukup dengan menyediakan pupuk urea bersubsidi saja. Soalnya, carut marut distribusi masih menyisakan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara