Amandemen Konstitusi Berdampak Negatif

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Tim Kerja Sistem Ketatanegaraan Indonesia MPR, Muhammad Jafar Hafsah mengatakan MPR membentuk Tim Kerja Sistem Ketatanegaraan Indonesia bertujuan untuk melakukan kajian-kajian terhadap konstitusi. Tim ini terdiri dari sembilan fraksi dan kelompok DPD di MPR.
"Saya dari Ketua Fraksi Partai Demokrat di MPR, oleh 44 anggota tim diberi kepercayaan, sekali saya katakan, hanya diberi kepercayaan untuk memimpin tim ini," ungkap Muhammad Jafar Hafsah, saat mendatangi kantor PWI Pusat, di Jakarta, Kamis (10/10).
Muhammad Jafar Hafsah didampingi dua anggota Tim Kerja Sistem Ketatanegaraan Indonesia MPR yakni Bambang P Soeroso dari kelompok DPD di MPR dan Deding Ishak, anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar.
Menurut Jafar, pengalaman ketika mengamandenem konstitusi disaat berlangsungnya refomasi ternyata menimbulkan ekses negatif yang cukup besar terhadap bangsa dan negara ini. Akibatnya kata Jafar, ada sebagian masyarakat yang menginginkan kembali saja kepada UUD 45 sebelum diamandemen.
"Tugas tim ini berupaya mengantisipasi agar jangan ulangi lagi amandemen konstitusi dalam waktu terdesak seperti reformasi. Kedatangan tim ke PWI Pusat ini untuk menjemput masukan yang kami yakini sangat berguna bagi bangsa dan negara ini," ujar politisi Partai Demokrat itu. (fas/jpnn)
JAKARTA - Ketua Tim Kerja Sistem Ketatanegaraan Indonesia MPR, Muhammad Jafar Hafsah mengatakan MPR membentuk Tim Kerja Sistem Ketatanegaraan Indonesia
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- KPJ Healthcare Malaysia Tawarkan Wisata Medis Berkualitas Bagi Pasien Indonesia
- Jelang Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2, Honorer Satpol PP Ajukan 5 Tuntutan, Poin 4 & 5 Menohok
- Tanggapi Kisruh Grup Musik Sukatani, DPR: Kapolda Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab
- Kapolri Jenderal Listyo Tegaskan TNI-Polri tetap Solid Pascainsiden di Mapolres Tarakan
- Wamen Viva Yoga Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi Membangun Kawasan Transmigrasi
- Komisi V DPR: Langkah Kemendes Pecat Pendamping Desa karena Maju Caleg Tidak Berdasar