Ambisi UEA Jadi Negara Arab Pertama di Bulan Kembali Tertunda
jpnn.com, DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) lagi-lagi menunda peluncuran misi ke bulan mereka untuk kedua kalinya pada Kamis.
Misi bulan pertama di dunia Arab, Rashid Rover, mulanya dijadwalkan meluncur pada Rabu, tetapi ditunda sehari hingga Kamis sebelum kembali mengalami penundaan.
Perusahaan penjelajah bulan global, iSpace, mengatakan misi tersebut ditunda untuk melakukan pemeriksaan tambahan sebelum terbang pada kendaraan.
"Setelah pemeriksaan lebih lanjut pada kendaraan dan tinjauan data, kami mundur dari peluncuran HAKUTO-R Mission 1 milik ipsace_inc (saat ini) besok, tanggal target peluncuran yang baru akan diinformasikan begitu ada konfirmasi," katanya di Twitter.
Pusat Luar Angkasa Mohammed bin Rashid mengatakan tanggal peluncuran yang baru akan ditetapkan dalam beberapa hari ke depan.
Jika kendaraan penjelajah Rashid sukses mendarat di bulan, maka itu akan menjadi misi bulan pertama di dunia Arab sekaligus menempatkan UEA menjadi negara keempat yang mencapai bulan.
Misi itu juga akan melihat pesawat luar angkasa pertama yang didanai dan dibangun oleh perusahaan swasta Jepang mendarat di bulan. (ant/dil/jpnn)
Misi bulan pertama di dunia Arab, Rashid Rover, mulanya dijadwalkan meluncur pada Rabu, tetapi ditunda sehari hingga Kamis sebelum kembali mengalami penundaan
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Kembangkan Pelabuhan Tanjung Emas, Pemprov Jateng Gandeng UEA
- Fenomena Pergerakan Bulan Menjauhi Bumi, BRIN Jelaskan Dampaknya
- Etihad Airways Merayakan Peluncuran Penerbangan Langsung ke Bali
- Begini Rincian Alokasi Dana Hibah UEA untuk Pemkot Surakarta
- Dispora Solo Dapat Alokasi Dana Hibah UEA Rp 55,1 Miliar
- Kabar Baik untuk Warga Tidak Mampu di Solo, Dana Bansos Hibah UEA Segera Cair