Ambrosius Ruwindrijarto, Aktivis Lingkungan Peraih Ramon Magsaysay Award 2012
Sempat Diculik dan Disiksa Preman Cukong Kayu Liar
Kamis, 02 Agustus 2012 – 04:44 WIB

Ambrosius Ruwindrijarto. Foto : M Dinarsa Kurniawan/Jawa Pos
Berhadapan dengan korporasi-korporasi besar tentu mengundang risiko. Intimidasi, penculikan, sampai penyiksaan pernah dia alami. Tapi, semangat Ruwi tidak kendur. Dua belas tahun lalu dia terlibat konfrontasi dengan cukong-cukong kayu illegal logging di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Dia juga diculik dan disiksa oleh preman suruhan para juragan itu.
Namun, Ruwi enggan menjelaskan lebih jauh tentang peristiwa tersebut. "Mungkin itu karena ketidaktahuan mereka saja. Padahal, sebenarnya apa yang coba kami raih itu membawa kebaikan bagi semua. Bagi pihak korporasi juga," terangnya.
Ruwi beruntung karena mendapat sokongan penuh dari sang istri. Ruwi menuturkan, dalam sebulan, dirinya bisa sampai tiga minggu traveling dan hanya menyisakan sepekan di rumah.
Dia berkeliling tak hanya untuk melakukan pendampingan, tapi sekaligus memantau unit-unit usaha Telapak yang menjadi penopang keuangan organisasi tersebut. Antara lain; Koperasi Hutan Jaya Lestari di Konawe, Sulawesi Tenggara; dan Koperasi Giri Mukti Wana Tirta di Lampung Tengah yang menghasilkan furnitur ramah lingkungan.
Perjuangan tak kenal lelah Ambrosius Ruwindrijarto berbuah manis. Kerja kerasnya sebagai aktivis lingkungan membuatnya menerima Ramon Magsaysay Award,
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara