Amerika Serikat Kembali Bersiap Hadapi Gelombang Baru COVID-19, Ini yang Keempat

Jason Boatman terlihat duduk dengan gelisah di sofa, dia memalingkan bahunya sedikit saat bersiap untuk berbicara tentang tragedi keluarganya awal tahun ini yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Ayah asal Texas itu melipat kedua belah tangannya di pangkuannya, berusaha membuat dirinya merasa nyaman, tetapi dia tidak pernah mengendorkan genggaman tangannya.
Saat kami mengobrol, senyum sopan menyelimuti wajahnya tetapi sulit baginya untuk menyembunyikan kesedihan yang dirasakan setelah kepedihan yang dialaminya.
Jason kehilangan putranya yang berusia sembilan tahun, Jason Jayden - atau JJ begitu dia dikenal - karena COVID-19, ketika virus kembali melonjak di Texas pada bulan Januari.
"Bahkan untuk memiliki keinginan tetap hidup, saya harus berjuang. Selama ini dialah yang membuat rumah kami menjadi hidup," katanya.
"Dia selalu penuh semangat, penuh kasih dan sangat pengertian. Sangat berat untuk melihat sosok sepertinya pergi meninggalkan kami. Dia orang yang senang menikmati kehidupan sepenuhnya.

Supplied: Jason Boatman
JJ, warga Amerika Serikat yang baru merayakan ulang tahunnya yang kesembilan, naik ke tempat tidur dengan keluhan sakit tenggorokan
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos