Berdemonstrasi di Depan Pabrik Aqua Klaten
AMGA: Eksplorasi Semestinya Tidak Mengganggu Kebutuhan Air Warga

Masyarakat ring satu terdampak, ungkapnya, hanya dijadikan buruh oleh PT Tirta Investama.
“Pengusaha-pengusaha lokal tidak diberi peran. Hanya dijadikan sebagai penonton saja," tegas Mukti waktu ditemui di sela-sela aksi.
Sekretaris AMGA Abdullah Ihsan mengatakan PT Tirta Investama memaksa praktik over loading dan over dimensi (ODOL) atas truk dan armada pengangkut botol aqua di jalan klas III C yang dilalui di wilayah penduduk.
Menurut dia, tindakan tersebut akhirnya mengakibatkan bahaya lalu lintas yang mengancam warga Klaten setiap waktu.
"Getaran truck trailer, dan sempitnya jalan mengancam pengguna jalan, anak anak sekolah dan masyarakat umum. Truk pengangkut galon aqua semestinya tunduk dan tertib dengan sesuai aturan kelas jalan," terang Abdullah.
Abdullah Ihsan menambahkan, dampak lain keberadaan Aqua adalah produksi pertanian yang cenderung terus menurun. Salah satu faktor penyebabnya adalah kebutuhan air untuk irigasi pertanian yang berkurang lantaran merosotnya suplai air dari sumber mata air Umbul Sigedang dan Umbul Kapilaler.
Abdullah pun menyebut kedua sumur Aqua berada di dekat kedua sumber mata air ini.
“Eksplorasi air semestinya dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menganggu kebutuhan air warga,” ujarnya.
Saat aksi, Aliansi Masyarakat Gugat Aqua (AMGA) menyerukan eksplorasi air semestinya dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menganggu kebutuhan air warga.
- Ayam Panggang Mbah Dinem di Klaten Rendah Kolesterol, Tanpa Minyak Goreng
- Fraksi PAN DPR Bagikan 3.000 Paket Sembako, Warga dan Ojol Terima Manfaat
- BPBD Jabar: Longsor Sukabumi, 7 Warga Hilang, 1 Anak Meninggal
- Sumber Air Bersih Warga Merapi Barat Lahat Hilang Akibat Limbah Tambang
- Soal Isu di Kawasan PIK, Tokoh Teluk Naga: Jangan Sampai Terpecah Belah
- Warga Banjarkemantren Sambangi Kantor Kejari Sidoarjo, Begini Tuntutannya