Amran Sulaiman Akan Beternak dan Bertani

jpnn.com, JAKARTA - Andi Amran Sulaiman berpidato di acara pisah sambut Mentan yang dihadiri ratusan pegawai Kementan di Auditorium Kementan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Jumat (25/10).
Mengawali pidatonya, Amran meminta maaf kepada seluruh jajaran Kementan atas khilaf yang dilakukannya saat menjabat Mentan Kabinet Kerja.
Terutama, Amran meminta maaf kepada pejabat eselon satu, dua, dan tiga. Dia mengaku sering kali menelepon para pejabat tersebut untuk memantau perkembangan pekerjaan.
"Aku tahu, mungkin ada kata-kata saya yang kurang berkenan, tolong dimaafkan. Terkadang keadaan yang memaksa saya harus menelepon jam 3 subuh, jam 2 subuh," kata Amran.
Setelah permintaan maaf, pidato Amran pun berlanjut. Pria Bone itu pun membeber capaian yang dilakukannya saat menjabat Mentan.
Satu di antaranya, jajaran Kementan sukses mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk laporan keuangannya.
Dia pun berharap capaian Kementan tetap bertahan di era kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo. "Kami meyakini prestasi (WTP) bertahan, karena kalau tidak bertahan, tunjangan kinerjnya pegawai terancam," ucap Amran.
Mengakhiri pidato, Amran mengaku akan pulang ke kampung halaman setelah tidak menjabat Mentan. Amran pun berpamitan kepada pegawai dan pejabat di jajaran Kementan.
Amran Sulaiman meminta jajaran Kementan untuk menjaga kekompakan dan mendukung Mentan Syarul Yasin Limpo.
- Mentan Amran Pastikan Perbaikan Irigasi untuk Dongkrak Produktivitas Padi di NTT
- Lihat, Momen Mentan Amran Sulaiman Menikmati Jagung Bakar Bareng Masyarakat di Maros
- Bahas Swasembada Jagung, Mentan Amran Diskusi dengan Kapolri Jenderal Listyo
- Kementan-Kementrans Berkolaborasi Bangun Kawasan Transmigrasi untuk Swasembada Pangan
- Mentan Amran Sulaiman Tegaskan akan Cabut Izin Penjual Pupuk Bersubsidi di Atas HET
- Kementrans dan Kementan Jalin Kolaborasi untuk Genjot Pendapatan Petani-Transmigran