Anak-anak Migran Asal Indonesia Ikut Membentuk Wajah Australia di Masa Depan

Galih mengatakan ada satu masa ketika ia merasa tidak suka ketika orang menyanyakannya dari mana asal usulnya.
"Sekarang saya malah senang menjelaskan dari mana asal usul keluarganya."
"Saya merasa beruntung berasal dari keluarga dengan latar belakang yang berbeda-beda," jelasnya.
Galih mengatakan identitas merupakan hal yang penting bagi seseorang, namun menurutnya tetap saja harus diterima jika ada yang tidak merasa menjadi bagian dari satu budaya tertentu.
"Saya kira merupakan hal yang normal untuk menentukan identitas dirinya, meski mereka berasal dari keluarga multibudaya."
"Dalam contoh diri saya sendiri, karena kami pernah tinggal di tempat-tempat yang berbeda di beberapa negara, keluarga membantu untuk tidak harus memilih satu budaya tertentu sebagai identitas."
"Kita tidak harus membandingkan dan ... tidak perlu merasa menjadi 'bagian' dari satu budaya membuat saya percaya diri dan bangga dengan diri saya sendiri," ujarnya.
'Tidak bisa jika hanya berteman dengan orang Asia atau Muslim'

Tanggal 26 Januari adalah hari libur nasional yang dikenal sebagai 'Australia Day' atau 'Hari Australia', sebuah hari yang paling kontroversial hingga saat ini
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana