Anak Buah Tersangka Dugaan Korupsi Transjakarta, Jokowi Pasrah

jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi tidak mau ambil pusing mengenai dua anak buahnya yang ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta berkarat. Ia hanya menjawab seadanya saat dimintai tanggapan oleh awak media mengenai hal tersebut.
"‪Ya, sudah, kita serahkan semuanya pada penegak hukum," kata Jokowi singkat sesaat sebelum meninggalkan area kampanye akbar PDIP di Lapangan Sumampir, Cilegon, Banten, Jumat (28/3).
Jokowi menolak untuk menjawab pertanyaan lebih jauh. Calon presiden dari PDIP itu langsung bergegas meninggalkan lokasi kampanye.
Seperti diberitakan, dua PNS Pemprov DKI ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan bus Transjakarta.
Mereka adalah DA selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan ST selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa Bidang Pekerjaan Konstruksi. Keduanya merupakan pegawai negeri sipil di Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Setia Untung Arimuladi, keduanya diduga melakukan mark up harga dalam proyek pengadaan Transjakarta. Saat ini Kejaksaan tengah menyusun dan mempersiapkan rencana pelaksanaan penyidikan dalam rangka mengumpulkan bukti-bukti. (dil/jpnn)
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi tidak mau ambil pusing mengenai dua anak buahnya yang ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- PTPN I Meraih 3 Penghargaan pada Indonesia Sustainability Award 2025
- Bethsaida Hospital Raih Smart Hospital of the Year di Global Health Awards 2025
- Peringati HUT ke-59 Yayasan Trisakti, Anton Lukmanto Dorong Semangat Rekonsiliasi
- Rano Karno Berniat Rekrut 1.000 Personel Damkar per Tahun di Jakarta
- Izin Belum Beres, Penerbangan Fly Jaya ke Karimunjawa Ditunda hingga Juli 2025
- SIF Perkuat Kemampuan Pendidik & Terapis Indonesia untuk Anak-Anak Berkebutuhan Khusus