Anak Pungut

Oleh: Dahlan Iskan

Anak Pungut
Dahlan Iskan. Foto/ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

"Tanya Pak Boyamin saja. Beliau lebih tahu ayah saya daripada siapa pun," ujar Damar.

Baca Juga:

Yang dimaksud iaalah Boyamin Saiman, pengacara terkenal pendiri Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI).

"Saya memang anak pungut Pak Mudrick," ujar Boyamin yang lagi melayat di Solo.

"Bukan anak angkat?”

"Saya pilih istilah anak pungut. Beliaulah yang memungut saya dari pinggir jalan," seloroh Boyamin.

"Pinggir jalan" yang dimaksud adalah jalan rute demo-demo mahasiswa di Solo.

Ketika Boyamin kuliah di Universitas Muhammadiyah Solo, Mudrick sudah menjadi tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Solo. Bukan ketua, melainkan lebih berwibawa daripada ketua.

Mudrick orang kaya. Mapan. Independen. Punya bisnis batik yang saat itu lagi jaya-jayanya. Juga punya bisnis barang antik yang sangat bernilai tinggi.

Tiga bulan sebelum meninggal Minggu kemarin pun Mudrick Sangidu masih demo. Tahun-tahun belakangan demonya tetap: tentang Presiden Jokowi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News