Anak SMP Itu Keliling Kota Jualan Onde-Onde, Demi Beli Ponsel Buat Belajar Daring

Satu onde dihargai Rp 2.000. "Kalau sehari, alhamdulillah bisa dapat Rp 200.000. Kalau lagi beruntung, ada pembeli yang memborong bisa sampai beli 30 sampai 40 onde yang dibeli. Saya juga bawa onde dari orang lain,” terangnya.
Ibu Sultan kesehariannya berjualan onde di wilayah Salopa. Sedangkan, ayahnya berjualan pemantik api secara eceran di wilayah Terminal Salopa.
“Bapak sama mamah juga berjualan onde dan gas api buat rokok. Jadi, saya coba membantu kedua orang tua saya untuk bisa membeli hape buat belajar online,” katanya.
Sudah beberapa bulan ini dia belajar tidak di kelas, tetapi online menggunakan handphone.
“Di kampung saya sinyalnya cukup bagus. Cuma saya belum punya hape-nya. Mudah-mudahan saya berjualan onde di kota bisa mampu beli,” harapnya.
Sultan mengaku selalu membantu ibunya untuk menyiapkan keseharian makan adik-adiknya.
Sultan punya cita-cita mulia, pengin jadi orang kaya biar bisa membantu orang susah.
"Kalau saya sudah kaya dengan berjualan onde, ingin mau bantu yang susah. Saya namanya Sultan Zihan, Pak. Saya berusaha sambil belajar. Saya berjualan daripada bermain enggak jelas, pak,” pungkasnya. (rezza rizaldi/radartasikmalaya)
Selama ini dia harus menumpang kepada teman-temannya yang memiliki ponsel untuk belajar daring.
Redaktur & Reporter : Adek
- Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Tasikmalaya
- Kadisdik Palembang Izinkan Siswa Belajar Daring untuk Sekolah yang Terdampak Banjir
- Seorang Anak Hilang Terbawa Arus Sungai di Tasikmalaya, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
- Mengadu ke Komisi III, Ibu Pelaku Pembacokan Bantah Dampingi Anaknya Diperiksa Polisi
- RDPU Kasus Pembacokan di Tasikmalaya, Ketua Komisi III DPR Usir Kuasa Hukum Korban
- Gadis Asal Tasikmalaya yang Hilang Ditemukan di Brebes, Begini Ceritanya