Analis Bilang Gibran Bakal Merugikan Prabowo & Merusak Citra Jokowi

Menurutnya, bagi pemilih yang juga pendukung Jokowi, Gibran bukanlah Jokowi, meskipun ada semacam asosiasi politik yang menyamakan figur Gibran dan Jokowi, tetapi publik umumnya menolak adanya oligraki dan dinasti politik.
"Dalam perspektif rasionalitas politik publik Gibran akan mendapat resistansi (dalam hal ini hambatan), karena rasionalitas publiklah yang akan menjadi penolak pencalonan Gibran," katanya.
Mikhael Bataona mengatakan, bukan berarti publik menolak Gibran, tetapi karena mereka sangat menghormati Jokowi.
"Mereka ingin citra Jokowi terjaga. Mereka menolak jika Jokowi dicitrakan negatif hanya karena pilpres ini," ujarnya.
Rakyat mungkin ingin Gibran menjadi pemimpin negara di suatu masa yang akan datang, setelah melewati ujian sejarah secara bertahap, sportif dan elegan.
"Sebagai figur capres berpengalaman, Prabowo perlu menghitung ini secara cermat dan detail karena ada urusan sentimentalitas masa pendukung Anies dan Prabowo yang perlu dijaga dan dirawat untuk kepentingan kemungkinan pilpres putaran kedua," katanya. (antara/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Mikhael menilai bagi calon pemilih yang selama ini pendukung Jokowi, Gibran bukanlah Jokowi.
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan
- Didit Hediprasetyo Jadi Kekuatan Tak Terduga Milik Prabowo
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Ini Pesan Megawati untuk Prabowo Lewat Didit
- AHY Jawab Begini Ditanya Pertemuan Prabowo, SBY, dan Megawati
- Versi Pimpinan MPR Silaturahmi Putra Prabowo kepada Megawati Bikin Politik Jadi Teduh