Analisis Penerima Nobel soal Hubungan Alis Tebal dengan Kecenderungan Narsistik

Benar saja, gas tersebut mengubah suara geraman sang buaya.
Buaya itu, katanya, mengeram tidak begitu lama, karena sepertinya dia sadar apa yang salah dengan suaranya.
Para peneliti memastikan geraman buaya ini bergeser ke frekuensi yang lebih tinggi.
"Penelitian kami mengungkapkan bahwa vokalisasi buaya, dan reptil, mengandung resonansi seperti pada mamalia dan burung," kata Dr Stephan Reber dari Universitas Lund di Swedia.

Pola getaran cacing
Fisikawan asal Australia, Ivan Maksymov dan pakar matematika terapan, Andriy Pototsky, keduanya dari Institut Teknologi Swinburne di Melbourne, juga memenangkan Ig Nobel tahun ini untuk penelitian mereka tentang cacing.
Suatu hari, Dr Maksymov sedang berkebun di rumahnya di kota regional Seymour di Victoria, menemukan beberapa ekor cacing tanah.
Saat itu dia memikirkan beberapa penelitian yang menunjukkan getaran dari tetesan air kadang-kadang bisa memanjang dan terlihat seperti cacing.
Bisakah kita menebak seseorang narsis hanya dengan melihat alisnya? Tim dari Kanada melakukan penelitiannya dan menjadi salah satu penerima
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi