Anda Mantan Aktivis? Simak Peringatan dari Mabes Polri Ini

jpnn.com - JAKARTA - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta terus menyelisik organisasi radikal Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang tengah berkembang di Kota Pendidikan itu.
Meski begitu, Markas Besar Polri berhasil mendeteksi bahwa Gafatar sudah mengganti nama organisasinya.
"Gafatar berubah lagi bahkan sekarang menjadi NKSA, Negeri Karunia Semesta Allah, mereka menciptakan peradaban baru berdasarkan kasih sayang, perdamaian," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan, Rabu (12/1).
Anton mengungkapkan, bahwa Gafatar pada mulanya bernama Komat. Namun demikian, organisasi tersebut dilahirkan di Yogyakarta.
Anton juga menilai, organisasi tersebut berkembang cukup cepat baik di Yogyakarta maupun Sulawesi.
Bahkan pihaknya telah mendeteksi terdapat enam orang yang berkaitan dengan Gafatar di Yogyakarta. Sementara untuk seluruh Indonesia, masih didata. Anton menambahkan, kelompok Gaffatar ini fokus merekrut kepada mantan aktivis khususnya anak muda.
"Berdasarkan analisis kelompok ini mengintensifkan perekrutan kepada mantan aktivis dengan berbagai latar belakang profesi," terangnya. (mg4/jpnn)
JAKARTA - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta terus menyelisik organisasi radikal Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang tengah berkembang di Kota
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 685.079 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada H+2 Lebaran
- 5 Berita Terpopuler: Hal Tak Terduga Muncul, Kepala BKN Keluarkan Pernyataan Tegas, Tolong Setop Rekrut Honorer
- Asuransi Jasindo Mudik Bikin Arus Balik Lebih Aman & Nyaman
- Polisi Berlakukan Contraflow di Jalur Nagreg Menuju Bandung
- Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan