Andi Akmal Dorong Pengembangan TN Bantimurung Bulusaraung untuk Tingkatkan PAD

jpnn.com, MAROS - Anggota DPR RI Andi Akmal Pasluddin dan sejumlah anggota Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Rombongan ini sangat terkesan dengan sejuknya suasana kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Selatan ini.
Di dampingi Bupati Maros Chaidir Syam, Andi Akmal beserta rombongan Komisi IV DPR RI menyambangi kawasan konservasi, Santuary Kupu-kupu dan air terjun Bantimurung yang keduanya berada di Kawasan Wisata Bantimurung.
Rombongan juga mengunjungi display room untuk mengamati awetan beragam jenis kupu-kupu penghuni Bantimurung Bulusaraung sebagai media edukasi, penelitian, dan ekowisata.
Anggota DPR dari FPKS ini mengatakan Taman Nasional Bantimurung merupakan tempat yang sangat eksotis dan perlu untuk terus dikembangkan.
Selain untuk meningkatkan kualitas lingkungan, juga dapat menjadi objek wisata yang akan mendatangkan pendapatan untuk negara maupun untuk daerah.
Dia sangat terkesan akan adanya kekayaan spesies kupu-kupu di Bantimurung yang dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly ini.
Andi Akmal Pasluddin yang juga politikus PKS kelahiran Bone, Sulsel ini menilai keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan Taman Nasional Bantimurung sudah cukup terjalin, hanya tinggal menaikkan jumlah pengunjung.
Andi Akmal mendorong Pemkab Maros memperbaiki sarana prasarana di TN Bantimurung Bulusaraung dan mengajak masyarakat berwisata sehingga lokasi tersebut dapat menjadi alternatif menaikkan PAD.
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Mengantisipasi Pungli di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Sebar Tim Saber
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa