Andika Ungkap Motif Pemicu Rutan Padang Rusuh, Bisa Bikin Anda Tercengang

jpnn.com, PADANG - Kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Anak Air Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (14/5) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Berikut kronologis kerusuhan di rutan yang berlokasi di Anak Air, Kecamatan Koto Tangah, sebagaimana dipaparkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar R Andika Dwi Prasetya di Padang, Minggu (15/5).
Rutan Padang rusuh berawal saat seorang warga binaan inisial N (36) yang meminta izin keluar karena anggota keluarganya ada yang meninggal. Namun, permintaan itu ditolak pihak Rutan karena tidak sesuai aturan.
Warga binaan yang terjerat kasus pengrusakan dengan pemberatan itu diminta untuk menunggu hingga pagi hari, Minggu,15/5, sembari melengkapi administrasi yang diperlukan untuk izin keluar.
Ogah mengikuti prosedur tersebut, yang bersangkutan diduga menghasut puluhan warga binaan lain untuk membuat keributan di Rutan Padang.
Pria berusia 36 tahun itu bersama sekitar 25 warga binaan lain lantas meneriaki hingga mengeluarkan kata-kata kotor terhadap petugas yang piket malam itu.
Melihat kondisi yang makin panas dan tidak terkendali pihak Rutan Padang langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta TNI untuk memberikan dukungan.
Tidak lama berselang personel gabungan dari Polresta Padang serta Kepolisian Sektor Koto Tangah sampai di Rutan Padang untuk melakukan pengamanan.
Rutan Padang rusuh, Andika membeberkan kronologis, biang kerok kerusuhan, dan motif juga terungkap. Mungkin Anda terkejut
- 502 Narapidana Rutan Paser Terima Remisi Idulfitri 2025
- Marak Tawuran di Padang, Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Baru Sumbar
- Bakal Lebaran di Jakarta, Marshanda Ungkap Hal yang Dinantikannya
- Jalur Padang-Painan Putus Total Akibat Banjir
- Rusuh Pendukung Bupati di Puncak Jaya, Satu Orang Tewas, Puluhan Terluka
- Kerusuhan Pecah di Puncak Jaya, Satu Warga Tewas