Anggap Pemain U-19 Sudah Bisa Improvisasi
Saat Hadapi Lawan dengan Pressing Ketat

jpnn.com - BANDUNG - Ditahan imbang 1-1 oleh tim Pra PON Jabar membuat pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri semakin membuka mata terhadap kondisi timnya dan kemungkinan calon lawan yang dihadapi.
Dia menyebut, tingginya motivasi permainan tim lawan, membuat permainan ketat. Tapi, dia percaya timnya berhasil keluar dari tekanan.
Pelatih 51 tahun itu menilai bahwa permainan Pra PON Jabar hampir sama dengan gaya permainan Pra PON Jatim dan Timnas Oman. Motivasi tinggi, membuat lawan melakukan strategi pressing mulai dari lini pertahanan Indonesia.
"Tim Jabar memang menutup lini satu (lini belakang) kita dengan cepat. Itu menyulitkan untuk build up serangan dari bawah, karena itu sering terlihat bola-bola panjang ke depan," katanya usai pertandingan.
Dia mengakui jika banyak passing pemain-pemainnya kerap salah sepanjang pertandingan sehingga bisa diintercept lawan. Itu pula yang membuat gaya bola pendek khas Timnas U-19 terlihat menurun dibanding laga-laga sebelumnya.
Dari data yang dimiliki Indra, jumlah passing pemainnya memang menurun dibanding pertandingan lainnya. Meski tak menyebut jumlah passing secara pasti, jumlah tersebut dipastikan menurun dari passing Timnas U-19 yang mencapai 600-700 kali passing setiap laga.
"Tidak hilang permainan kita, tapi karena lawan cepat pressing bola banyak langsung ke depan. Ini akan menjadi evaluasi kita, banyak passing salah juga," tuturnya.
Mendapatkan lawan yang ngotot dan motivasi tinggi untuk terus menekan dan agresif dari lini pertahanan sendiri, Indra menyebut pemainnya mulai terbiasa. Dia mencontohkan dengan berhasilnya pemainnya berimprovisasi, hingga gol akhirnya tercipta di Injury time.
BANDUNG - Ditahan imbang 1-1 oleh tim Pra PON Jabar membuat pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri semakin membuka mata terhadap kondisi timnya dan kemungkinan
- Jafar/Felisha dan Rehan/Gloria Kompak Tembus Perempat Final German Open 2025
- PP POTSI Mulai Jaring Atlet Teqball untuk Persiapan Asian Youth Games 2025
- Bejo Sugiantoro Meninggal, Kehilangan Terdalam Striker Persib
- Dean James Pamer Skill Lawan PSV Eindhoven, Calvin Verdonk Wajib Waspada
- Harapan Bojan Hodak saat Persib Jumpa Persebaya di Awal Ramadan
- Jadwal 16 Besar German Open 2025: 4 Wakil Merah Putih Berjuang