Anggaran Kemenpora Dipotong Hampir Rp 600 Miliar
Jumlah yang cukup besar itu diubah peruntukannya karena memang banyak kegiatan Kemenpora di 2020 yang melibatkan pengumpulan massa, tak akan terlaksana seperti tahun-tahun sebelumnya.
Komisi X DPR RI juga meminta Kemenpora tetap melanjutkan persiapan penyelenggaraan PON 2020 yang kini ditunda pelaksanaannya ke 2021 akibat adanya Covid-19 ini.
Namun demikian, persiapan harus mematuhi protokol kesehatan.
Menpora Zainudin Amali memaparkan sektor yang mengalami realokasi anggaran yang paling besar ialah penyelenggaraan PON dan Peparnas sebesar Rp 328 miliar, karena memang PON ditunda ke 2021.
"Selain itu, ada juga anggaran pengiriman atlet ke multievent Rp 30,9 miliar, kemudian peralatan PON dan Peparnas Rp191 miliar. Ditambah tak terselenggaranya Asean School Games sehingga anggaran pengiriman kontingen ke ajang antarpelajar Asia Tenggara itu tak digunakan sebesar Rp 6,8 miliar," katanya.
Lantas, ada Popwil yang penyelenggaraannya menelan biaya Rp 7 miliar, tetapi kemudian dipotong juga di tahun anggaran 2020 ini.
Untuk perubahan penggunaan anggaran (refocusing) dalam menangani pandemi COVID-19, Kemenpora sudah menjalankan beragam kegiatan yang bertema edukasi, pengadaan perlengkapan keamanan, dan program bantuan.
Pada sektor edukasi, kegiatan yang sudah dilaksanakan Kemenpora yaitu webinar kepemudaan dan keolahragaan, selain itu ada diskusi secara online di berbagai media, hingga video instruksional yang menampilkan atlet nasional dan pewirausaha untuk memberikan motivasi bagi masyarakat. (dkk/jpnn)
Pagu anggaran Kemenpora pada 2020 kini hanya tersisa sekitar Rp 1,1 triliun saja.
Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad
- Usut Kasus Korupsi di Kemenkes, KPK Periksa Dirut PT Bumi Asia Raya
- Kasus Korupsi Proyek APD Covid-19, KPK Jebloskan Pengusaha Ini ke Sel Tahanan
- Korupsi Insentif Nakes RSUD Palabuhanratu, Polda Jabar Tangkap 3 Tersangka Baru
- Korupsi Pengadaan Masker Covid-19 di NTB, Kerugian Negaranya
- Menkes Sebut Virus Mpox atau Cacar Monyet Tidak Mengkhawatirkan seperti Covid-19
- Jilbab IKN