Anggota DPD Ini Sebut Pemilih di Indonesia Bodoh

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Ibrahim Agustinus Medah meminta pemerintah membuat sistem pemilihan kepala daerah yang bagus.
Sistem tersebut diharapkan bisa lebih membuka ruang bagi setiap warga negara untuk berkompetisi secara sehat dalam pemilihan kepala daerah.
"Saya kira, pemerintah jangan hanya terhenti dengan sistem pilkada yang ada sekarang. Harus ada upaya terus-menerus membenahi sistem demokrasi untuk menemukan kepala daerah yang betul-betul berkomitmen untuk pelayanan publik," kata Ibrahim Agustinus Medah, di Gedung DPD, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (24/6).
Menurut mantan Bupati Kupang itu, pembaruan sistem pilkada yang terhenti akan membuat proses pendidikan politik terhadap rakyat juga mandek.
"Jadi harus sejalan, sistem harus disempurnakan terus dan rakyat pemilih harus terus dibangun kecerdasannya. Kalau sistem sekarang, mau bodoh calon kepala daerah, tidak jadi pertimbangan asal yang bersangkutan saudara atau memberinya uang. Begitu bodohnya pengetahuan pemilih di Indonesia," tegas Agustinus.
Selain itu, dia juga mengkritik mayoritas kepala daerah yang salah dalam memaknai kata pemerintah. "Kalau di luar negeri, pemerintah itu dimaknai dengan pelayan publik. Kalau di Indonesia menjadi terbalik, menjadi pihak yang harus dilayani," pungkas Agustinus. (fas/jpnn)
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Ibrahim Agustinus Medah meminta pemerintah membuat sistem pemilihan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump