Anggota Komisi V Diduga Dapat Uang Saku dari Pengusaha

jpnn.com - JPNN.com -- Pimpinan dan anggota Komisi V DPR yang ikut kunjungan kerja ke Kota Ambon pada Agustus 2015 lalu diduga tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka diduga mendapat "uang saku" dari pengusaha.
Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto mengatakan, kunker itu diikuti antara lain Damayanti Wisnu Putranti, Fary Djemi Francis, Michael Watimena, Yudi Widiana Adia dan Mohamad Toha.
"Dalam rangka menyerap usulan program aspirasi di Maluku," kata jaksa membacakan dakwaan terdakwa suap mantan Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara Amran Mustari di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (28/12).
Jaksa menjelaskan, dalam kunker itu Amran memperkenalkan Khoir kepada anggota Komisi V DPR Mohamad Toha.
Kemudian, Amran dan Khoir menyampaikan kepada Toha agar program aspirasinya disalurkan dalam bentuk proyek pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku atau Malut.
Jaksa menyatakan, Amran juga meminta Abdul Khoir memberikan Rp 455 juga sebagai uang saku anggota Komisi V DPR yang melakukan kunker.
"Dengan maksud agar anggota Komisi V DPR RI yang mengikuti kunjungan kerja bersedia menyalurkan program aspirasinya untuk pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku atau Maluku Utara," kata jaksa.
Khoir pun menyanggupi. Kemudian, Khoir menyerahkan Rp 455 juta kepada Amran di sebuah hotel di Ambon. (boy/jpnn)
JPNN.com -- Pimpinan dan anggota Komisi V DPR yang ikut kunjungan kerja ke Kota Ambon pada Agustus 2015 lalu diduga tidak pulang dengan tangan kosong.
Redaktur & Reporter : Boy
- GMSK Dukung KPK Dalami Keterlibatan Febrie Diansyah di Kasus TPPU SYL
- KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Febri Diansyah
- Pengacara Ungkap Tiga Kelemahan Jaksa Jawab Eksepsi Hasto, Silakan Disimak
- Jaksa KPK Mengakui Delik Perkara Hasto Bukan terkait Kerugian Negara
- Guntur Romli Tuduh KPK Pakai Cara Kotor untuk Ganggu Pembelaan Hasto
- Jaksa KPK Tegaskan Perkara Hasto Murni Penegakan Hukum