Angka COVID-19 Lebih Dari 50.000 Per Hari, Inggris Berlakukan Lockdown Lagi

Hingga kini jumlah kematian akibat COVID-19 di Inggris sudah mencapai lebih dari 75.500, jumlah kematian tertinggi nomor enam di dunia, menurut data resmi pemerintah.
Ketua petugas kesehatan Inggris telah memperingatkan bahwa bila tidak segera ditangani, "akan ada risiko materi yang dihadapi Layanan Kesehatan Nasional di beberapa daerah karena kewalahan 21 hari ke depan".
Skotlandia juga akan memberlakukan 'lockdown'
Sebelum pengumuman dari Perdana Menteri Boris Johnson terdengar, Menteri Utama Skotlandia, Nicola Sturgeon telah memberlakukan 'lockdown' terketat sejak musim semi lalu di negara tersebut.
"Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa saya lebih khawatir pada situasi yang kita hadapi sekarang dari apa yang sudah kita alami sejak Maret," ujar Menteri Nicola.
Warga Skotlandia secara hukum akan diminta untuk diam di rumah sepanjang Januari terhitung Senin malam, sementara sekolah akan tutup kecuali bagi anak yang orangtuanya bekerja di sektor penting.

Menurutnya, varian virus corona baru yang berkembang dengan cepat di Inggris telah menyumbang setengah kasus baru di Skotlandia, dan 70 persen lebih cepat menular.
"Karena varian baru ini, [virus tersebut] juga menjadi lebih cepat menular, dan pastinya sudah demikian sejak berminggu-minggu yang lalu," ujarnya kepada anggota Parlemen Skotlandia.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengumumkan diberlakukannya 'lockdown' nasional di negara tersebut, paling tidak sampai pertengahan Februari, untuk memerangi strain virus corona baru
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi