Angka COVID-19 Lebih Dari 50.000 Per Hari, Inggris Berlakukan Lockdown Lagi

Di tengah banyaknya sekolah yang sudah tutup di London berkenaan dengan tingginya angka infeksi di ibukota tersebut, PM Boris meredam kecemasan para guru dengan mengatakan bahwa di beberapa daerah negara tersebut, siswa dapat kembali ke kelas hari Senin setelah libur Natal.
"Kami lega karena Pemerintah akhirnya melakukan apa yang seharusnya dilakukan, dan setuju untuk mengubah sistem pembelajaran sekolah dan perguruan tinggi menjadi jarak jauh menanggapi tingginya infeksi karena COVID," ungkap Geoff Barton, sekretaris umum Asosiasi Pemimpin Sekolah dan Perguruan Tinggi.

Ratusan tempat vaksinasi baru akan dibuka di Inggris
Inggris telah berhasil mengamankan 100 juta dosis vaksin Oxford-AstraZeneca, yang lebih murah dan lebih mudah digunakan bila dibandingkan dengan produk lainnya.
Vaksin tersebut khususnya tidak memerlukan lemari es sangat dingin, seperti yang diperlukan untuk menyimpan vaksin Pfizer.
Vaksin baru ini akan dikelola oleh beberapa rumah sakit kecil selama beberapa hari pertama, sehingga pihak berwajib dapat mengantisipasi reaksi yang tidak diinginkan.
Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris mengatakan ratusan tempat vaksinasi baru, termasuk perkantoran dokter lokal, akan dibuka akhir minggu ini, dan merupakan tambahan bagi 700 tempat vaksinasi yang telah beroperasi.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengumumkan diberlakukannya 'lockdown' nasional di negara tersebut, paling tidak sampai pertengahan Februari, untuk memerangi strain virus corona baru
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana