Angka Harapan Hidup Australia Naik ke Peringkat Tiga, Menyusul Monako dan Jepang

Statistik tersebut memuat data dari tahun 2019 hingga 2021, tidak termasuk tahun ini, di mana ada tingkat kematian tertinggi akibat COVID-19 di Australia.
Kepala Fakultas Demografi Australian National University, Profesor Vladimir Canudas Romo mengatakan berdasarkan jumlah kematian di tahun 2022, ia memperkirakan angka harapan hidup akan turun enam bulan dalam data selanjutnya.
"Ini berita yang tidak buruk dibandingkan penurunan sebanyak dua tahun di Amerika dan di Spanyol," katanya.
"Walau demikian, saya turut berduka bagi keluarga yang kehilangan."
Menurut ABS, prediksi angka harapan hidup mewakili rata-rata berapa lama seorang bayi bisa hidup "dengan asumsi tingkat kematian selama ini dialami dalam masa hidupnya."
'Saya berharap umurnya panjang dan tetap sehat'
Berdasarkan data tahun ini, angka harapan hidup warga Australia Scout McTaggart yang berusia delapan bulan adalah 85,4 tahun.
Di masa neneknya, Tracy-Ann O'Sullivan yang lahir di tahun 1962, angka tersebut lebih rendah 11 tahun.
"Menurut saya sudah muncul kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana kita tetap harus bergerak, bahkan kalau ada yang sakit," kata Tracy-Ann.
Angka kehidupan hidup Australia kini berada di posisi ketiga dunia dengan rata-rata 84,32 tahun
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Momen Santap Lebaran, Pakar Gizi Ingatkan Hal Penting Ini
- Universal Eco Kelola Lebih dari 5.000 Ton Limbah Medis Sepanjang 2024
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi