Anjing Laut Bantu Ilmuwan Australia Teliti Perubahan Iklim

Ratusan anjing laut telah membantu para peneliti untuk mengumpulkan data laut yang berharga saat menyelam ke laut dalam dan menyusuri Samudra Selatan.
Data ini telah dikumpulkan selama satu dekade terakhir melalui sensor canggih yang ditempel ke binatang ini, yang mengirimkan kembali informasi ke ilmuwan melalui satelit, ketika mereka muncul dari air.
Profesor Rob Harcourt, seorang ahli biologi kelautan di Universitas Macquarie, Sydney, mengatakan, hal itu sedikit terdengar seperti Twitter untuk para anjing laut.
"Saat mereka menyelam, mereka mengumpulkan informasi tentang lingkungan laut. Ketika mereka muncul ke permukaan, mereka memiliki antena di kepala yang mengirimkan sepotong informasi pada satelit, yang kemudian disampaikan kembali kepada kami,” jelasnya.
Para peneliti mengatakan, anjing laut adalah kandidat ideal untuk mengumpulkan informasi tentang Samudera Selatan. (Foto: Clive McMahon)
Ia lantas menerangkan, "Itu memberi profil dari Samudra Selatan khususnya bagi kami. Itulah mengapa sistem ini seperti mengunggah status di Twitter, karena banyak informasi yang dikompres.”
"Sama seperti Twitter yang hanya mampu mengunggah 140 karakter, namun informasi ini adalah informasi oseanografi berkualitas tinggi, dan itu benar-benar mengubah cara kami dalam melihat Samudra Selatan dan perannya dalam sistem pengantaran global," tambahnya.
Profesor Rob mengatakan, metode ini telah mengubah pemahaman tentang apa yang terjadi di lautan dunia secara keseluruhan.
Ratusan anjing laut telah membantu para peneliti untuk mengumpulkan data laut yang berharga saat menyelam ke laut dalam dan menyusuri Samudra Selatan.Data
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana