Anti-Kritik dan Memusuhi Media, Dia Trump-nya Asia Tenggara
Rabu, 31 Januari 2018 – 08:53 WIB
Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam pertemuan bilateral dan jumpa pers di Istana Merdeka, Jumat (9/9). Foto: Natalia/JPNN.com Ilustrasi by:
Maka, saat cara untuk mengintimidasi jurnalis tak berhasil membuat media takluk, Filipina menggunakan cara lain yang lebih to the point. Salah satunya fitnah.
Sementara itu, di Kamboja dan Myanmar, pemerintah masih menggunakan cara pertama yang dilakukan Filipina. Yakni menyandera jurnalis.
Belum lama ini, Kamboja menahan dua reporter portal berita AS di wilayahnya. Karena itu, tidak lama kemudian, portal berita tersebut tutup. Saat ini ada dua jurnalis Myanmar yang ditahan karena dianggap melanggar larangan meliput krisis Rohingya.
Menurut Cristin, itu menjadi bukti bahwa pemerintah Kamboja dan Myanmar dipimpin oleh tokoh yang ogah dikritik. (hep/c19/dos)
Donald Trump boleh dibenci publik. Namun, diam-diam gayanya banyak ditiru pemimpin lain yang ogah dikritik media
Redaktur & Reporter : Adil
BERITA TERKAIT
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor