Antre Jatah Kurban, Meninggal karena Sakit

jpnn.com - JAKARTA - Pembagian daging hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/10) menelan korban jiwa. Satu orang dikabarkan meninggal dunia. Korban meninggal dunia diketahui bernsama Sukiyo (74), warga Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Kepala Kepolisian Sektor Sawah Besar Komisaris Polisi Shinto Silitonga mengatakan korban meninggal bukan karena desak-desakan.
"Dari pintu gerbang, titik pengambilan hewan kurban berjarak 250 meter. Namun saat berjalan sekitar 30 meter, dia (Sukiyo) sudah jatuh. Saat diperiksa wajahnya membiru dan tidak ada nadi," kata Shinto saat dihubungi wartawan.
Menurutnya, korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakpus. Kapolsek menjelaskan, berdasarkan informasi dari anggota keluarga, tiga hari lalu tekanan darah Sukiyo diatas 100 dan memiliki riwayat penyakit stroke
Shinto juga menyatakan, dari 3.128 perempuan yang menerima daging hewan kurban, sembilan di antaranya pingsan. Mereka yang pingsan dilarikan ke RSCM. "Wanita yang mengantre dibagian belakang mendesak atau mendorong wanita lain dibagian depan," kata dia.
Ketua Panitia Kurban Masjid Istiqlal Muhidin kepada wartawan mengatakan, korban meninggal memang menderita sakit. "Mungkin karena sakit, bukan karena desak-desakan," imbuhnya. (boy/jpnn)
JAKARTA - Pembagian daging hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/10) menelan korban jiwa. Satu orang dikabarkan meninggal dunia. Korban
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Bubarkan Tawuran di Cikini Jakpus, Polisi Tangkap 3 Remaja
- Sopir Asal Mura Gelapkan Uang Hasil Jual Ayam di Tempat Kerja, Uangnya Dipakai Judi Slot
- Rebutan Tanah Warisan, Adik Bunuh Kakak Kandung
- Seorang Pria di Bandung Disuruh Merawat Tanaman Oleh Kakaknya, Ternyata Pohon Ganja
- Polres Kuansing Amankan 3 Pelaku dan 10 Ton Pupuk Subsidi Ilegal
- Operasi Pekat Musi 2025, Polres Muara Enim Bekuk Tersangka Curat