Antusias Belajar Bahasa, Penasaran Lodeh Tempe

Yang tidak kalah seru adalah sesi pengenalan dasar bahasa Indonesia. Meski sepakat bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari dan dilafalkan, tak urung mereka sempat bingung atas banyaknya kosakata yang memiliki arti serupa.
Zoe McLaughin, peserta dari AS, berdiri sembari mengangkat tangan. "Bisakah diberi contoh kapan dan kepada siapa kita menggunakan kata "kamu" dan "Anda"?" ujarnya kepada Wenny Oktavia, pembicara dari Pusat Bahasa.
Wenny menjelaskan, kata "kamu" biasa digunakan kepada teman akrab atau orang yang lebih muda. Namun, kepada orang-orang tersebut, kata "Anda" juga bisa digunakan. Dia juga menjelaskan penggunaan kalimat yang artinya sering berkebalikan jika ditulis dalam bahasa Inggris.
Pelajaran bahasa Indonesia diikuti dengan antusias oleh para peserta. Termasuk saat mereka diajari mengeja huruf-huruf dalam alfabet Indonesia. Layaknya bocah yang baru belajar membaca, mereka berbarengan mengeja satu per satu huruf A sampai Z. Para peserta semakin bersemangat setelah diberi tahu bahwa mereka bisa lancar berbahasa Indonesia dalam waktu 100 jam atau kurang jika bersungguh-sungguh.
Pada sesi tersebut, beberapa peserta yang duduk di barisan belakang tampak tertidur. Ada yang memanfaatkan beberapa bangku kosong sekaligus untuk berbaring. Mereka mengalami jetlag setelah menempuh perjalanan jauh. Apalagi, sejumlah peserta baru tiba beberapa jam sebelum acara.
Masa orientasi bertujuan mengenalkan segala hal tentang Indonesia. Bukan hanya soal tata krama dan bahasa, namun juga budaya dan hal-hal lain. Salah satu yang penting adalah makanan. Sejak awal masa orientasi, para peserta dibiasakan menyantap masakan Indonesia.
Saat santap siang, mereka disuguhi nasi, bihun goreng, sup tahu, daging bumbu kecap, dan tentu saja tidak tertinggal sambal serta kerupuk udang. Menu makan malam adalah lodeh tempe. Awalnya, para peserta ragu mengambil lodeh yang bentuk dan aromanya bagi mereka aneh. Namun, setelah mengecapnya, sebagian di antara mereka tersenyum seraya menandaskan makanan di piring.
Kejutan untuk para peserta berlanjut pada upacara pembukaan yang didominasi hiburan. Panitia menyuguhkan musik bambu oleh Saung Angklung Udjo. Para peserta terbawa suasana dan melantunkan sejumlah lagu hit.
Lewat program beasiswa Darmasiswa, ratusan mahasiswa asing akan menimba ilmu di perguruan tinggi Indonesia. Sebelumnya, mahasiswa yang datang dari
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara